NEWS UPDATE

Yayasan LKI Kita Buka Layanan Rehab Rawat Jalan ODHA Bekasi mendung menuju hujan PUSKESMAS PENGASINAN UNTUK LAYANAN PADA MASYARAKAT SEMENTARA PINDAH KE BELAKANG GEDUNG KARENA SEDANG DI RENOVASI Warga bekasi lebih pagi kalau mengurus NPWP

INFEKSI OPPORTUNISTIK

Administrator | Selasa, 03 Februari 2015 - 13:30:55 WIB | dibaca: 1224 pembaca

HIV dan Sistem Imun
Ketika infeksi memasuki tubuh orang yang sehat, sel-sel darah putih yang disebut lymphocytes menanggapi dengan melawan infeksi. Limfosit ini termasuk sel B dan sel T. Ketika seseorang terserang human immunodeficiency virus (HIV), kondisi ini menyebabkan sel-sel T tertentu mati. Hal tersebut membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi baru.

Ketika infeksi serius menyerang tubuh dan jumlah sel T menurun sampai tingkat tertentu, seseorang dapat didiagnosis mengalami acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

Apakah Infeksi Oportunistik?
Orang dengan HIV harus benar-benar waspada terhadap infeksi oportunistik (IO). Infeksi ini disebut oportunis karena mereka memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah akibat serangan HIV. 

Infeksi yang terjadi lebih sering dan menyebabkan masalah kesehatan serius pada pasien HIV dianggap infeksi oportunistik. Mencegah timbulnya infeksi oportunistik dapat dilakukan dengan melibatkan barbagai upaya medis, diantaranya adalah kombinasi obat-obatan dan perawatan. 

Ada dua jenis infeksi oportunistik, yaitu infeksi oportunistik sistemik mempengaruhi seluruh tubuh, dan infeksi oportunistik lokal cenderung hanya mempengaruhi bagian tubuh tertentu.

Mengetahui Jumlah CD4
Sel T atau jumlah CD4 menentukan risiko penderita HIV terhadap infeksi oportunistik tertentu. Semakin rendah jumlah CD4, risiko infeksi oportunistik lebih besar dan serius. 

Menurut AIDS.gov, jumlah CD4 yang sehat atau normal adalah antara 500 dan 1.000 sel/mm3. Jika level itu turun menjadi 350 sel/mm3, pasien harus segera berkonsultasi dengan dokter Anda tentang rencana perawatan untuk meningkatkan jumlah CD4. Diagnosis AIDS dapat dilakukan apabila jumlah CD4 200 sel/mm3 atau lebih rendah.

Candidiasis (Thrush)
Candidiasis, juga dikenal sebagai thrush, adalah infeksi oportunistik yang cukup umum, biasanya terlihat pada pasien HIV dengan jumlah CD4 antara 200 dan 500 sel/mm3.

Gejala yang paling jelas adalah bintik-bintik putih atau patch pada lidah atau tenggorokan. Sariawan bisa diobati dengan obat antijamur. Kebersihan mulut dan penggunaan obat kumur chlorhexidine dapat membantu mencegah infeksi ini.

Infeksi Pneumocystis
Infeksi Pneumocystis adalah beberapa infeksi oportunistik yang paling serius bagi orang dengan HIV. Menurut AIDS.gov, pneumocystis pneumonia (PCP) adalah penyebab utama kematian di antara pasien HIV. Kabar baiknya adalah bahwa infeksi dapat diobati dengan antibiotik. 

Gejalanya meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Pengobatan harus dimulai lebih awal untuk memberikan pasien kemungkinan terbaik pemulihan. Obat pencegahan dapat diresepkan untuk orang yang berisiko tinggi terhadap infeksi PCP.

Cryptococcosis
Cryptococcus neoformans fungus adalah jamur yang biasanya ditemukan di dalam tanah. Jika terhirup, infeksi ini disebut kriptokokosis. Infeksi oportunistik ini terkadang masih terbatas pada paru-paru, tetapi dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. 

Jika otak terinfeksi, kondisi ini disebut meningitis kriptokokus. Pasien HIV dengan jumlah CD4 50 sel/mm3 dan 100 sel/mm3 sangat rentan terhadap kriptokokosis. Dengan jumlah CD4 sangat rendah, penderita menghadapi risiko yang lebih besar dari penyebaran infeksi.

Mycobaterium Aviam Complex (MAC)
Untuk orang dengan HIV dan jumlah CD4 kurang dari 50 sel/mm3, infeksi oportunistik mycobaterium aviam complex (MAC) merupakan risiko kesehatan yang sangat serius. MAC adalah bakteri yang ditemukan di banyak tempat. Infeksi oportunistik ini biasanya mempengaruhi paru-paru atau usus. Namun dalam kasus-kasus serius, dapat menginfeksi darah dan seluruh tubuh. Karena MAC dapat mematikan, pasien HIV berisiko terkena infeksi oportunistik ini dapat menggunakan obat khusus untuk mencegah infeksi.

Pencegahan
The Centers for Disease Control telah memasukkan lebih dari 20 jenis infeksi oportunistik sebagai "AIDS definisi". Hal itu berarti, jika seseorang dapat didiagnosis dengan AIDS jika ia memiliki HIV dan salah satu infeksi oportunistik yang ditunjuk. 

Jika seseorang memiliki HIV, maka ia harus tahu risiko yang terkait dengan setiap infeksi oportunistik. Jumlah CD4 sebaiknya diperiksa secara teratur. Jika jumlahnya terlalu rendah, dokter mungkin akan memberikan resep obat yang harus diambil sebelum penderita sakit. Menggunakan obat untuk mencegah timbulnya penyakit oportunistik ini disebut profilaksis.

Referensi:
http://www.healthline.com/health-slideshow/hiv-opportunistic-infections