NEWS UPDATE

Yayasan LKI Kita Buka Layanan Rehab Rawat Jalan ODHA Bekasi mendung menuju hujan PUSKESMAS PENGASINAN UNTUK LAYANAN PADA MASYARAKAT SEMENTARA PINDAH KE BELAKANG GEDUNG KARENA SEDANG DI RENOVASI Warga bekasi lebih pagi kalau mengurus NPWP

BERITA UMUM

Lee Kuan Yew Wafat Pemimpin Dunia Turut Berbelasungkawa

Administrator | Senin, 23 Maret 2015 - 16:03:31 WIB | dibaca: 662 pembaca

Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew, meninggal dunia di usia 91 tahun pada Senin (23/3) dini hari. Tak hanya Singapura, para pemimpin dari berbagai pelosok dunia juga turut berduka cita atas wafatnya bapak besar bangsa ini.

Seperti dilansir Channel NewsAsia, Senin (23/3), Malaysia sebagai saudara tua Singapura juga turut berbelasungkawa. Melalui pesan pribadi di jejaring sosial Facebook kepada putra sulung Lee yang kini menjabat sebagai PM Singapura, Lee Hsien Loong, PM Malaysia, Najib Razak, menuturkan ucapan duka citanya.

"Saya sangat menyesal mendengar kehilangan ayah Anda. Teriring doa saya untuk Anda dan keluarga. Mewakili seluruh warga Malaysia, duka cita terdalam bagi seluruh warga Singapura. Pencapaian PM pertama Singapura sangat besar dan warisannya terjamin," kata Najib.

Menyusul Najib, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin juga menyampaikan ucapan duka cita melalui akun Twitter pribadinya, @Khairykj.

"Belasungkawa bagi PM Singapura, @leehsienloong atas meninggalnya Lee Kuan Yew. Singapura sekarang adalah peninggalannya. Peninggalan yang sangat hebat," kicaunya.

Keluarga Kerajaan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam yang mengikat tali persaudaraan erat dengan Singapura juga turut berduka.

"Lee Kuan Yew akan sangat dirindukan oleh Raja dan keluarga Kerajaan yang mengenalnya secara pribadi sebagai teman dekat. Keluarga Kerajaan, pemerintah, dan rakyat Brunei Darussalam bersama Raja menyampaikan belasungkawa kepada Lee Hsien Loong dan keluarganya," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kantor Kerajaan Brunei Darussalam.

Duka cita mendalam juga dirasakan oleh Presiden Filipina, Benigno Aquino, ketika mendengar kabar wafatnya Lee.

"Satu era telah terlewati. Satu era di mana warga Singapura dapat mengenangnya dengan rasa bangga yang mendalam atas pencapaiannya," demikian pernyataan resmi dari pemerintah Filipina.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui pernyataan resminya. Menurut Tiongkok, Lee memiliki pengaruh yang unik bagi Asia.

"Lee Kuan Yew adalah politisi yang memberikan pengaruh unik di Asia. Ia juga penyusun strategi melalui nilai-nilai oriental dan perspektif internasional," demikian kutipan pernyataan tersebut.

Bagi Tiongkok, Lee adalah sosok pembangun hubungan bilateral antara kedua negara. "Tiongkok mengucapkan belasungkawa mendalam bagi Singapura, warganya, dan keluarga Lee yang dicintai," demikian bunyi penutup keterangan dari Kemlu Tiongkok.

India juga menuturkan duka cita melalui PM Narendra Modi. Menurutnya, Lee adalah singa di antara pemimpin-pemimpin lain. Melalui hidupnya, Lee menunjukkan pelajaran berharga bagi semua orang.

"Berita kehilangannya sangat menyedihkan. Dalam suasana duka ini, doa kami mengiringi keluarga Lee Kuan Yew dan warga Singapura. Semoga jiwanya beristirahat dalam damai," ucap Modi.

Pujian demi pujian juga dihaturkan oleh PM Australia, Tony Abbot, yang melalui pernyataan resminya berkata, "Negara kami berutang banyak kepada Lee Kuan Yew. Di Australia dan sekitarnya, para pemimpin menelisik dan belajar dari nasihat bijaksananya. Atas nama pemrintah dan warga Australia, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Lee dan orang Singapura."

Pernyataan duka cita juga mengalir dari negara tetangga Australia, Selandia Baru. PM John Key mengaku terperangah mendengar cita-cita Lee untuk memajukan Singapura saat ia bertandang ke Selandia Baru pada 2007 silam.

"Keberanian, determinasi, komitmen, karakter, dan kemampuan Lee Kuan Yew membuatnya menjadi pemimpin hebat yang mendulang hormat dari warga Singapura dan komunitas internasional. Ketiadaannya akan sangat dirasakan oleh keluarganya dan orang Singapura," ujar Key.

Rasa kagum terhadap Lee juga membekas di hati beberapa pemimpin Barat yang pernah dikritik oleh Lee seperti Inggris. Hal tersebut disampaikan langsung oleh PM Inggris, David Cameron.

"Thatcher pernah berkata bahwa tak ada PM lain yang ia kagumi lebih dari Lee atas kekuatan kepercayaan, kejernihan pandangan, dan kejelasan, serta visinya yang jauh ke depan. Tempatnya dalam sejarah sudah terjamin sebagai pemimpin dan salah satu pendiri bangsa modern. Saya sedih mendengar kematian PM pertama Singapura, Lee Kuan Yew," katanya.

Pendahulu Cameron, mantan PM Tony Blair juga mengaku pernah berkunjung ke Singpura untuk meminta petuah dari Lee.

"Saya mengenalnya dengan baik. Saat saya menjadi pemimpin Partai Buruh, saya pergi ke Singapura untuk meminta nasihatnya yang akhirnya ia berikan dengan ketajaman dan keterusterangan khas dirinya. Selama bertahun-tahun setelahnya kami bekerja sama dalam berbagai hal. 

Oleh karena itu, Blair ikut berbelasungkawa mendengar berita kepergian Lee.

"Ia akan dirindukan dan duka cita tak hanya dirasakan oleh warga Singapura, tapi juga oleh banyak teman-temannya di seluruh dunia," tutur Blair.

Mewakili seluruh negara di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon juga menuturkan belasungkawa.

"Sekretaris Jenderal sangat sedih atas meninggalnya Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari mantan PM, pemerintah, dan rakyat Singapura," demikian pernyataan yang dilansir laman resmi PBB.

Ban Ki-moon sangat bersyukur atas peran besar Lee dalam membangun kerja sama antara pemerintah Singapura dengan PBB.

"Seiring dengan peringatan hari kemerdekaan Singapura ke-50 tahun ini, pendiri bangsanya akan dikenang sebagai salah satu inspirasi pemimpin Asia," demikian bunyi pemungkas pernyataan tersebut.

Lee Kuan Yew merupakan Perdana Menteri Singapura pertama. Lee menjabat dari tahun 1959 hingga mengundurkan diri pada tahun 1990.

Menggadang Lee sebagai inspirasi bagi dunia dianggap sangat pantas oleh banyak kalangan. Selama masa kepemimpinan Lee, Singapura berkembang dari negara golongan Dunia Ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia, meskipun hanya mempunyai sedikit penduduk dan sumber daya alam. 

Dari berbagai pemberitaan, Lee kerap berkata bahwa satu-satunya sumber daya alam Singapura adalah rakyatnya dan tekad mereka dalam bekerja.

Selama menjabat, Lee menerima berbagai tanda penghargaan, termasuk "Order of the Companions of Honour" pada 1970, "Knight Grand Cross of the Order of St Michael and St George" pada 1972, "Freedom of the City" di London pada 1982, "Order of the Crown of Johore First Class" pada 1984 dan "Order of the Rising Sun" pada 1967. 

Lee juga sempat menulis dua buku memoar. Buku bertajuk "The Singapore Story" berisikan pandangan Lee mengenai sejarah Singapura hingga negara itu keluar dari Federasi Malaysia pada 1965. Dalam buku lainnya, "From Third World to First: The Singapore Story," Lee menuangkan pandangannya mengenai perubahan Singapura menjadi negara maju.

Awal Februari lalu, Lee dilaporkan menderita penyakit pneumonia parah dan dirawat di rumah sakit.

Seperti dilansir Reuters, Lee meninggal di Rumah Sakit General, Singapura pada pukul 3.18 waktu setempat. (stu/stu)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)