NEWS UPDATE

Yayasan LKI Kita Buka Layanan Rehab Rawat Jalan ODHA Bekasi mendung menuju hujan PUSKESMAS PENGASINAN UNTUK LAYANAN PADA MASYARAKAT SEMENTARA PINDAH KE BELAKANG GEDUNG KARENA SEDANG DI RENOVASI Warga bekasi lebih pagi kalau mengurus NPWP

ARTIKEL

(Antara da,wah moralitas dan kemanusiaan)

HIV/AIDS Dalam Konsep Islam

Administrator | Sabtu, 31 Januari 2015 - 16:49:17 WIB | dibaca: 4277 pembaca

Secara umum kasus AIDS di Indonesia meningkat dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Menurut data yang ada, berdasarkan jenis kelamin, jumlah kasus AIDS pada laki-laki lebih besar daripada perempuan. Di tahun 2013 jumlah kasus yang ditangani meningkat sebesar, 22%, dari 42.887 kasus yang ditangani pada tahun 2012 menjadi 52.348 kasus.  
Berbagai upaya penanggulangan masalah HIV/AIDS telah dilakukan oleh Pemerintah maupun LSM. Namun dampak yang dihasilkan dari kegiatan itu masih terbatas kepada penanggulangan yang bersifat medis. 
Informasi tentang HIV/AIDS bagi masyarakat selama ini terasa kurang dirasakan, bahkan terkesan masyarakat masih sulit mengakses informasi HIV/AIDS, karena selama ini baik pemerintah maupun LSM sangat hati-hati dan terbatas dalam penyampaian informasi tersebut. Maka sangatlah wajar jika kemudian stigma dan diskriminasi muncul dari masyarakat, terutama dari kalangan agamawan Islam yang juga dapat menghambat upaya menanggulangi masalah HIV/AIDS. 
Untuk meminimalisir stigma dan diskriminasi, perlu dilakukan beberapa kegiatan seperti; Sosialisasi HIV/AIDS, Peningkatan kapasitas kepada Tokoh Agama dan Masyarakat, Seminar, Diklat, Loka karya, Dialog Interaktif, seminar, terkait isu HIV/AIDS, advokasi kepada pemerintah dan LSM. Selain itu, disampaikan secara singkat dalam kegiatan keagamaan dimasyarakat.
A.Pembelajaran
AIDS dipandang sebagai salah satu penyakit yang menakutkan dewasa ini. bukan hanya karena belum ditemukan obatnya, laju penyebarannyapun dalam skala yang mencemaskan. karena itulah AIDS telah menjadi konsen kemanusiaan secara global. Ia tidak lagi menjadi masalah medis semata-mata, tetapi telah meluas menjadi masalah sosial, bahkan masalah agama. Dan di sinilah agama, antara lain mendapatkan tantangan: seberapa besar peran yang dimainkan agama, dalam hal ini Islam.
Peran Islam rupanya sangat bergantung pada pemaknaan penganutnya. Sebagian mereka mengatakan bahwa AIDS dipandang sebagai hukuman Tuhan, argumentasinya: bukankah azab Tuhan jatuh bukan hanya kepada pelakunya, tetapi juga kepada lingkungannya. Karena itu, AIDS didekati dan dicoba diselesaikan secara normatif (jangan  berzina, jangan bernarkoba). Sebagian lagi menyatakan bahwa AIDS dipandang sebagai problem sosial. Karena itu, AIDS didekati dan dicoba diselesaikan melalui jaring-jaring kehidupan sosial-politik-ekonomi-sosial-budaya yang didalamnya agama dapat  berperan penting. 
Tentu saja kita tidak harus menggugat persfektif moral yang lebih mengedepankan nilai-nilai normatif dalam memahami kasus HIV/AIDS, apalagi mengingat bahwa sistem penularan HIV memang terkait  dengan human behavior (perilaku manusia), akan tetapi yang perlu kita pertimbangkan adalah bagaimana agar persfektif moral dalam kontek HIV/AIDS itu tidak justru mengakibatkan munculnya stigma dan diskriminasi bagi ODHA dan penghakiman-penghakiman yang makin memperburuk keadaan. Karena itu, persoalan utamanya bukanlah bagaimana menghindari persfektif moral, melainkan moralitas agama seperti apa yang secara lebih konstruktif bisa dibicarakan dalam kontek HIV/AIDS.
Dakwah anti maksiat dalam kontek HIV/AIDS haruslah disertai dengan pertanyaan kritis bahwa 95% penderita AIDS adalah mereka yang miskin yang tinggal di Afrika, yang serba kekurangan. Pertanyaannya adalah mengapa Tuhan hanya menghukum yang miskin di Afrika sementara Dia membiarkan yang kaya berpesta seks dan narkotika di Amerika? Mengapa sama-sama positif HIV namun yang tinggal di Afrika harus meninggal karena AIDS dalam 2 tahun, sedangkan yang di Amerika bisa bertahan hidup dengan HIV hingga puluhan tahun?
Berdasarkan penelitian Mary Huang Soo Lee, Tahun 2003 bahwa 90 % wanita yang terinfeksi HIV adalah wanita yang baik-baik yang tidak pernah berzina, bahkan mereka tidak pernah melakukan hubungan seksual kecuali dengan suami-suami mereka yang syah . Dalam kasus-kasus seperti ini, bagaimanakah perspektif  moral harus dijalankan? Itulah sebabnya kita harus sepakat untuk tidak menyebut  HIV/AIDS sebagai kutukan Tuhan  sebab tidak semua mereka yang terinfeksi adalah a-moral.
Sebagai orang beragama tentu harus membenci perilaku-perilaku yang dianggap “kotor” dan dosa dalam agama, namun kepedulian kita atas moralitas itu tidak semestinya berdampak pada sikap yang tidak adil bagi orang lain. Membenci dosa tidak harus membenci pendosanya, bahkan agama juga memerintahkan umatnya untuk memberikan kasih sayang, tolong menolong, saling membantu bahkan fardhu kifayah hukumnya mengunjungi orang yang sakit.  Apakah mereka harus kita benci atau kita sayangi?
Ajaran Islam menuntun kita untuk bersikap dan memberikan pandangan yang adil, tidak diskriminatif dan interior terhadap orang yang terinfeksi HIV. Terlepas dari apapun penyebabnya, Mereka yang terinfeksi adalah manusia dan saudara kita yang sedang menderita, bahkan terancam hidupnya. Oleh karena itu, mereka wajib mendapat bantuan, pertolongan, kasih  sayang dan perhatian dari setiap orang yang sehat. Sikap memandang rendah (Interior) seseorang atas orang lain karena identitas, latar belakang, social, etnik, ras, agama, atau jenis kelamin merupakan pelanggaran terhadap hak-hak Tuhan.  Allah SWT menyatakan dalam QS. Al-Hujrat ayat: 11 
“Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang direndahkan adalah lebih baik dari mereka yang merendahkan.” 
Pernyataan lain yang prinincipal dalam Islam adalah bahwa keadilan haruslah ditegakkan terhadap siapa saja yang melakukan kezaliman dan melanggar hak-hak orang lain. Al-Qur,an memerintahkan umatnya untuk berlaku adil kepada setiap orang, baik kawan maupun lawan, orang saleh maupun  pendosa, orang sehat maupun sakit, orang kaya maupun miskin, muslim maupun non muslim. Baik atau buruk perbuatan seseorang tidak sepatutnya dijadikan alasan untuk tidak menghormati orang lain. Penghormatan harus tetap diberikan kepada siapapun dan dalam kondisi apapun. Allah SWT berfirman dalam QS Al-Maidah ayat 8.
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada Taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 
Dalam pandangan Islam, tindakan menghina dan mengucilkan yang menambah berat beban psikologis orang yang terinfeksi virus HIV tidak dibenarkan.
B.Kesimpulan
1.Penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat, ulama, dan organisasi Islam. 
2.Islam mengajarkan umatnya kasih sayang dan bersikap adil kepada siapapun. Oleh sebab itu HINDARI STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ODHA, JAUHI VIRUSNYA BUKAN ORANGNYA. 
3.Semakin banyak informasi, respon yang akan dilakukan cenderung kearah yang positif, dan semakin minim informasi, maka responnya cenderung negatif.
C.Langkah Selanjutnya
1.Peningkatan kegiatan sosialisasi Informasi HIV/AIDS kepada masyarakat dan tokoh-tokoh agama.
2.Advokasi kepada pemerintah untuk peningkatan anggaran kegiatan

sumber
 Sumber data: Ditjen PP & PL Kemenkes RI 14 Februari 2014 Edit terakhir: 11 Maret 2014

 Ahmad Syam Madyan, Aids dalam Islam:Krisis moral atau Kemanusiaan, (Bandung:Mizan, 2010) h.19.

 Syeikh Ibrohim Bin Ismail. Ta,limul Muta’alim.Tt.h.8

 Al-Qur’an dan terjemahnya, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, hal 516
  ibid,hal 108










Komentar Via Website : 13
eridoang
04 Mei 2016 - 08:27:13 WIB
terima kasih atas informasinya gan http://goo.gl/mIWMqk
Waskito
20 Desember 2016 - 05:51:13 WIB
Infonya sangat menggugah otak untuk mencari pengetahuan lain. Keren.
http://www.jspo.net/jasa-seo-murah-bergaransi/ | http://jasaseomurah.org/jasa-seo-murah/
Salma
22 Desember 2016 - 07:38:18 WIB
Infonya sangat lengkap dan bervariasi. Web berita ini memang bagus.
Kunjungi jasa seo https://langsung.top
Ine
29 Desember 2016 - 05:43:52 WIB
Oke sip mas bro... kontennya sangat menggugah daya berfikir. Keren.
http://lambgoat.com/users/profile/jasaseo
Ellin
21 Januari 2017 - 16:41:30 WIB
Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan bagusnya web anda kecuali GREAT!!!
Catering Bali www.cateringblessing.com/ | Agen Pulsa Murah http://pulsamurah212.com | Berita Bola http://fantasistabola.co.id | Master Jasa SEO www.masterjasaseo.id/
Candra
09 Maret 2017 - 09:27:25 WIB
Thanks untuk info yg diberikan disini. Oiya, kalau butuh vinyl lantai, pesan kami di http://www.lantaivinyl.com/ saja.
Walatra Gamat Emas Kapsul
23 November 2017 - 08:28:10 WIB
betawi
14 Agustus 2019 - 18:07:35 WIB
Dapatkan info terbaik seputar permainan di http://betawitoto.xyz
TopEnhSotRU
18 September 2019 - 20:48:15 WIB
[url=http://topenglish.md/ru/news/otkryt-nabor-v-gruppy-na -kursy-po-izucheniyu-angliiskogo-jazyka.html]изучен ие английского[/url]
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)